Ekonomi Jember Melonjak Pesat: Kolaborasi Pemkab Jember dengan PTPN dan Perhutani Tekan Kemiskinan

Perekonomian Kabupaten Jember kini mengalami perkembangan yang signifikan berkat upaya inovatif yang dilakukan oleh Bupati Muhammad Fawait. Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor, Pemkab Jember bertekad untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di daerah ini. Seiring dengan pelaksanaan program-program yang strategis, Jember berambisi untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada demi kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya Sinergi Antara Pemerintah dan Sektor Swasta
Dalam sebuah forum strategis yang berlangsung di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember pada Senin, 13 April 2026, Bupati Fawait menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, PTPN, dan Perhutani sangat penting. Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia, terutama dalam konteks pengentasan kemiskinan.
Bupati Fawait mencatat bahwa terdapat sekitar 36.000 hingga 38.000 hektare lahan hutan sosial yang dapat dikelola oleh masyarakat yang tergolong miskin ekstrem. Data ini diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menunjukkan adanya peluang besar untuk memberdayakan masyarakat.
Statistik Kemiskinan di Jember
Selain itu, situasi saat ini menunjukkan bahwa sekitar 90.000 kepala keluarga di Jember masih terjebak dalam kategori desil 1, yang merupakan kelompok dengan tingkat kemiskinan terendah. Hal ini memperkuat urgensi dari upaya pemanfaatan lahan tidur milik PTPN sebagai strategi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal.
Strategi Meningkatkan Pendapatan Daerah
Di tengah pencapaian yang telah diraih, Bupati Fawait mengingatkan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem tetap menjadi prioritas utama. Meskipun angka kemiskinan di Jember menunjukkan penurunan yang lebih cepat dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, tantangan ini tidak bisa diabaikan.
Di era kepemimpinannya, perekonomian Jember telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Sementara beberapa daerah di sekitarnya memilih untuk menaikkan pajak guna meningkatkan pendapatan, Kabupaten Jember justru berhasil meraih pertumbuhan ekonomi yang signifikan tanpa melakukan hal tersebut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2024 diperkirakan akan meningkat 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rincian Pendapatan Daerah
Bupati Fawait memaparkan bahwa PAD tahun 2024 diprediksi mencapai Rp 774 miliar, dan pada tahun 2025, angka ini diperkirakan akan melampaui Rp 1,06 triliun. Pencapaian ini merupakan hasil dari sejumlah langkah strategis yang diambil, termasuk menekan sektor-sektor yang berpotensi mengalami kebocoran anggaran.
- Penguatan sistem pemerintahan yang transparan
- Pengelolaan anggaran yang lebih efisien
- Pemaksimalan potensi lokal
- Inovasi dalam pelayanan publik
- Kerjasama yang lebih erat dengan sektor swasta
Peningkatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Selama kepemimpinan Bupati Fawait, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember tercatat mencapai 5,47 persen, melampaui pertumbuhan rata-rata ekonomi Provinsi Jawa Timur. Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan yang signifikan, mencapai 8,67 persen—angka terendah dalam satu dekade terakhir. Di samping itu, investasi di daerah ini meningkat hingga 70,2 persen, dengan nilai total mencapai Rp 2,07 triliun.
Rekomendasi DPRD untuk Peningkatan Ekonomi
Dalam laporan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, capaian sektor ekonomi menjadi salah satu sorotan utama. Bupati Fawait optimis bahwa dengan memanfaatkan rekomendasi dari DPRD sebagai panduan, kinerja ekonomi Kabupaten Jember di tahun 2026 akan semakin meningkat.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Panitia Khusus (Pansus) dan pimpinan DPRD atas masukan-masukan yang konstruktif. Rekomendasi tersebut dinilai sangat berharga dan akan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk masyarakat Jember.
“Kami telah mendengarkan dan membaca poin-poin rekomendasi dari DPRD. Isinya sangat berbobot dan membangun, serta akan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat Jember,” ujar Bupati Fawait.

