Masjid Ghaudiyah di India Medan Selenggarakan Iftar Ramadhan Setiap Hari

Di tengah-tengah jantung kota Medan, Indonesia, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang telah berdiri selama lebih dari satu abad. Masjid Ghaudiyah India Muslim Medan, yang berlokasi di Jl. KH Zainul Arifin, Kelurahan Madras, Kecamatan Medan Petisah, menghadirkan sebuah tradisi indah selama bulan suci Ramadhan. Setiap harinya, masjid ini menggelar kegiatan iftar ramadhan atau buka puasa bersama, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1856 Masehi.
Jejak Sejarah Masjid Ghaudiyah India Muslim Medan
Menurut Ketua Umum Yayasan India Muslim Selatan, Muhammad Sidik Saleh, kegiatan buka puasa bersama ini telah menjadi bagian dari sejarah masjid tersebut. Ia menuturkan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak masjid berdiri pertama kali, baik di Masjid Ghaudiyah maupun di Masjid Jamik yang berlokasi di dekat Kebun Bunga.
Tradisi ini tidak hanya diadakan selama bulan Ramadhan saja. Bahkan, setiap hari Senin dan Kamis, masjid ini juga menggelar buka puasa bersama, menjadikannya sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan jamaah masjid.
Pertahankan Tradisi, Melayani Umat
“Tradisi baik ini akan terus dipertahankan sebagai wujud melayani untuk kebaikan umat,” ungkap Muhammad Sidik Saleh. Ia menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan hasil dari donasi dan infak dari jamaah masjid, yang kemudian dikelola oleh pengurus yayasan.
Sebuah Hibah dari Kesultanan Deli
Menurut M. Sidik Saleh, tanah tempat berdirinya Masjid Ghaudiyah dan Masjid Jamik merupakan hibah dari Kesultanan Deli kepada Yayasan India Muslim Selatan. Sebuah hadiah yang telah menjadi bagian dari sejarah dan tradisi masjid ini.
Setiap hari selama bulan suci Ramadhan, suara adzan maghrib dari Masjid Ghaudiyah menjadi tanda dimulainya kegiatan iftar ramadhan. Tepat saat matahari terbenam, jamaah yang hadir akan bersama-sama menikmati hidangan buka puasa yang telah disiapkan. Sebuah tradisi indah yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini menjadi bukti nyata dari semangat kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat Muslim di Medan.
Cerita di Balik Iftar Ramadhan Masjid Ghaudiyah
Setiap tahunnya, jamaah masjid dan masyarakat sekitar selalu menantikan datangnya bulan Ramadhan. Bukan hanya karena ini adalah bulan yang penuh berkah, tetapi juga karena tradisi iftar ramadhan di Masjid Ghaudiyah. Tradisi ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan identitas masjid ini.
Setiap kali adzan maghrib berkumandang, jamaah yang berkumpul di masjid ini akan bersama-sama memecahkan puasa mereka. Mereka akan duduk berdampingan, berbagi makanan, dan menikmati hidangan buka puasa yang telah disiapkan. Suasana kebersamaan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi di antara jamaah, tetapi juga menjadi momen yang penuh makna dalam kehidupan mereka.
- Setiap hari selama bulan Ramadhan, Masjid Ghaudiyah menggelar iftar ramadhan atau buka puasa bersama.
- Tradisi ini telah berlangsung sejak masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1856 Masehi.
- Menurut Muhammad Sidik Saleh, Ketua Umum Yayasan India Muslim Selatan, tradisi ini akan terus dipertahankan sebagai wujud melayani untuk kebaikan umat.
- Tanah tempat berdirinya Masjid Ghaudiyah dan Masjid Jamik merupakan hibah dari Kesultanan Deli kepada Yayasan India Muslim Selatan.
- Tradisi iftar ramadhan di Masjid Ghaudiyah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan identitas masjid ini.