
Di sebuah sore yang tenang, suasana di Dermaga I Jemaja tampak berbeda dari biasanya. Tanpa gemuruh suara panggung megah atau teriakan pendukung politik seperti yang sering terjadi menjelang pemilihan umum, hanya ada nuansa santai yang menyelimuti pertemuan sekelompok pemuda. Suara ombak yang lembut, dentingan sendok yang mengaduk kopi, dan tawa ceria mengisi ruang di antara mereka. Di sinilah, dua sosok muda mulai mencuri perhatian masyarakat sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Mendengarkan Suara Pemuda Desa
Di warung sederhana, empat pemuda duduk berbincang sambil menyeruput kopi hitam yang mengepul. Di antara mereka terdapat Ardino Amd.PI dari Dusun I dan Indri dari Dusun II, yang baru-baru ini mulai dikenal di kalangan warga. Percakapan mereka diwarnai dengan keinginan untuk membawa perubahan tanpa janji-janji politik yang berlebihan.
Alih-alih berbicara tentang kepentingan pribadi, Ardino dan Indri lebih banyak mengungkapkan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat. Mereka menyadari bahwa banyak suara warga yang sering kali tidak tersampaikan, terutama oleh generasi muda. Bagi mereka, desa bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah yang harus dijaga bersama.
Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa
Ustad Qosim, yang turut mendengarkan obrolan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan desa. “Yang terpenting adalah bagaimana kita mau duduk bersama, mendengarkan masyarakat, dan menjaga kebersamaan. Desa ini dibangun bukan oleh satu orang, melainkan oleh semua yang peduli. Pemuda adalah pondasi kemajuan desa,” ujarnya dengan tegas.
Ardino pun menanggapi pernyataan tersebut dengan serius. Ia mengungkapkan bahwa pencalonannya tidak hanya berkaitan dengan jabatan semata. “Saya ingin menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah desa. Terutama bagi mereka yang merasa suaranya belum didengar,” katanya dengan penuh keyakinan.
Menjaga Aspirasi Masyarakat
Dalam suasana santai itu, Ardino juga memperkenalkan prinsip yang ia yakini sebagai landasan untuk anggota BPD, yaitu PSK – Penampilan, Sikap, dan Kerja. Menurutnya, ketiga aspek ini sangat penting untuk menunjukkan kesiapan seseorang dalam mengemban amanah dari masyarakat.
- Penampilan: Mencerminkan keseriusan dan komitmen.
- Sikap: Menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
- Kerja: Bukti nyata dari pengabdian kepada desa.
“Penampilan menunjukkan kesiapan, sikap mencerminkan kepedulian, dan kerja adalah bukti nyata untuk masyarakat,” imbuhnya dengan senyuman, menegaskan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas.
Transparansi dan Partisipasi
Sementara itu, Indri lebih banyak menyoroti aspek penting dari tata kelola desa yang terbuka dan partisipatif. Ia berharap agar BPD tidak hanya menjadi lembaga formal, tetapi juga hadir sebagai suara masyarakat yang sebenarnya. “Pengawasan dan menjembatani kepentingan masyarakat sangat penting demi terwujudnya desa yang transparan, partisipatif, dan sejahtera,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Walaupun diskusi mereka terkesan sederhana, makna yang terkandung di dalamnya sangat mendalam. Di balik secangkir kopi dan kursi plastik yang sederhana, terdapat harapan yang besar untuk masa depan Desa Batu Berapit. Harapan ini didasari oleh keinginan untuk melihat pemuda desa yang peduli, mau mendengar, dan berani bergerak untuk membangun kampung halaman mereka.
Pesta Demokrasi dan Keberanian Pemuda
Pemilihan BPD yang dijadwalkan pada Minggu, 24 Mei 2026, mungkin terlihat seperti sekadar pesta demokrasi desa bagi sebagian orang. Namun bagi Ardino, Indri, dan rekan-rekan mereka, ini adalah momen penting yang menandai keberanian generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan desa.
Mereka berkeyakinan bahwa siapa pun yang terpilih nanti bukan hanya sekadar soal menang atau kalah. Yang terpenting adalah keberadaan generasi muda yang memiliki niat tulus untuk menjaga desa, mendengarkan masyarakat dengan hati, dan bekerja demi masa depan Batu Berapit yang lebih baik.
Membangun Komunitas yang Solid
Dalam setiap percakapan, Ardino dan Indri menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk membangun komunitas yang solid. Mereka percaya bahwa pemuda dapat menjadi agen perubahan jika mau bersatu dan saling mendukung.
- Mendengar: Mengedepankan dialog dengan masyarakat.
- Berkolaborasi: Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
- Berinovasi: Menciptakan solusi baru untuk masalah yang ada di desa.
- Berpartisipasi: Mengajak masyarakat untuk terlibat dalam setiap proses pembangunan.
- Memberdayakan: Meningkatkan kapasitas dan potensi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, mereka berharap bisa menciptakan lingkungan yang tidak hanya kondusif untuk pertumbuhan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara warga. Setiap tindakan kecil dapat memberi dampak besar bagi pembangunan desa.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui obrolan santai yang penuh makna, Ardino dan Indri menunjukkan bahwa mereka adalah pemuda yang tidak hanya sekadar berambisi untuk menduduki jabatan. Mereka adalah sosok yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan penuh harapan, mereka ingin melihat Desa Batu Berapit tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, mereka mengajak pemuda lainnya untuk tidak hanya menjadi penonton. Melainkan, berperan aktif dalam perubahan yang diinginkan. Kesadaran akan tanggung jawab ini adalah langkah awal untuk menciptakan desa yang lebih baik.
Pada akhirnya, secangkir kopi bukan hanya sekadar minuman. Ia menjadi simbol dari harapan dan semangat juang pemuda Desa Batu Berapit untuk mewujudkan perubahan. Dengan tekad dan kerja keras, mereka percaya dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan.